My Little Notes

August 1, 2005

Konsep Pemberian Makan Pada Bayi

TRAINING

  • Makan bukan sekedar pemberian kalori dan nutrisi, tapi juga merupakan proses berlatih dan mengenal dunia. Berlatih menelan, berlatih mengenal rasa.
  • makan tidak sambil digendong atau jalan-jalan, tapi sambil duduk di tempat makan.
  • tidak makan sambil menonton TV

ENTERTAINING

  • jangan ada unsur paksaan (dicekok)
  • biarkan anak menikmati suasana makan bersama orang tuanya di kursi makannya lengkap dengan sendok dan garpunya.
  • makanan jangan dimasak sekaligus, pisahkan makanan di piring berkotak khusus untuk karbohidrat-protein, untuk sayur, dan untuk kuah.

VARIETY

  • Makanan harus bervariasi.
  • Biasakan membuat menu harian untuk satu minggu.
  • komposisi makanan itu harus 4 sehat lima sempurna, jenisnya bervariasi selama memenuhi komposisi tersebut.

HEALTHY

  • Komposisi lengkap (karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral).
  • Upayakan makanan buatan sendiri sehingga senantiasa segar tanpa pengawet dan tanpa pemberi rasa artificial/kimiawi.
  • Sayur jangan dicampur dengan makanan lainnya sehingga anak sejak dini sudah mengenal rasa sayur.
  • Hindari pemakaian garam dan gula sampai usia 1 tahun.
  • Usia 6 bulan makanan lembut tetapi sesudah itu berangsur angsur menjadi kasar.
  • Usia 1 tahun sudah dapat mengkonsumsi makanan kita.
  • snack dapat mengurangi nafsu makan. Berikan cemilan sehat (buah, sayur mis timun, labu siam kukus, wortel).
  • Setiap memperkenalkan makanan baru, satu saja jangan diberikan lebih dari satu makanan baru dalam 1 hari. Kalau bayi mengalami reaksi alergi kita bisa mengetahui dengan pasti terhadap apa dia alergi.

JADWAL MAKAN

  • 3 kali sehari, pagi – siang – malam/sore
  • Pagi makanan setengah berat (bubur susu, oat meal, roti, biskuit)
  • Siang buah padat dicampur susu (alpukat, apel kukus, pear kukus, labu kuning/pumpkin kukus)
  • Sore – makan berat. Kentang kukus dengan susu dan parutan keju (mashed potato), ubi kukus dihaluskan tambah susu, jagung sisir kukus tambah susu dan keju, nasi (tim)
  • Selingan satu kali (pagi atau sesudah makan siang) air buah

JENIS MAKANAN BERDASARKAN KOMPOSISI MAKANAN SEHAT

KARBOHIDRAT

  • usia 6 bulan: tepung beras, tepung maizena, biskuit
  • Berangsur-angsur minggu per minggu : kentang, ubi merah, jagung, makaroni, roti, oat meal, nasi (bubur atau tim)
  • Cara masak:
    1. bubur susu: tepung dimasak dengan air sampai matang baru masukkan susu (formula atau ASI)
    2. Kentang, ubi, jagung manis disisir, dikukus. Haluskan, campurkan susu, tambahkan parutan keju
    3. Roti tambaah susu, blender
    4. Oat meal dimasak dengan air sampai lembut. Matikan api masukkan susu

PROTEIN – LEMAK

  • 6-8 BULAN: Susu, yoghurt, kuning telur (ambil setelah telur direbus), keju parut, kacang merah, kacang hijau, tempe, tahu, ayam cincang (tanpa kulit), daging cincang (pilih daging tanpa lemak, cincang sendiri), ati
  • 9 BULAN: ikan
  • Cara masak:
  1. Yoghurt dimakan dengan buah
  2. Ayam/daging dan tahu tempe dimasak bersama makaroni atau dikukus, campurkan dengan kentang, jagung
  3. Makan disertai sup. Buat sup bening biasa (ayam/daging), sup krim jagung, sup kacang merah/hijau, blender, campur susu.

VITAMIN - MINERAL

  • BUAH: pisang, jeruk, pepaya, pear, apel, melon, semangka, mangga, alpukat
  • SAYUR: kacang polong, wortel, brokoli, bayam, labu siam, kangkung, buncis, kembang kol, sawi hijau
  • Cara masak:
  1. Pear, apel, dikukus
  2. Sayur dikukus, dihancurkan, atau di blender

MAKANAN PADA KONDISI KHUSUS

  • Diare: makanan tanpa sayur (tanpa serat) 2-3 hari
  • Muntah: makanan volume lebih sedikit tetapi lebih sering. Kalau perlu susu diencerkan sedikit (supaya tidak mual)
  • Panas dan pasien tak mau minum atau seriawan: susu agak diencerkan, air buah, jus buah agak kental buat sebagai es batu.
  • Kalau di atas 6 bulan, bubur kacang hijau dengan susu, blender, buat es. Fruit milk shake – buah dengan es krim vanilla dan susu, diblender (kalori besar, sama dengan satu mangkok nasi). Puding dingin dengan susu dan telur kuning.

CONTOH MENU

  • Minggu awal saat usia 6 bulan: tepung beras, alpukat, biskuit
  • bubur tepung susu ini bisa diberi rasa dengan menambahkan buah atau keju parut, labu kuning, apel, tepung maizena, dsb.
  • Usia 6 bl minggu berikutnya : oat meal, buah, kentang, kentang, buah, nasi tim (sayur jangan dicampur) ubi, buah, makaroni dst dst

Sumber: milis WRM

Perkembangan Bayi

Filed under: Tumbuh Kembang

Bayi dan anak berkembang dengan kecepatan yang berbeda-beda. Namun demikian, ada rentang waktu umum yang perlu diperhatikan untuk memberikan peringatan kepada anda, apakah bayi/anak anda tumbuh dan berkembang dengan normal dan sempurna.

Tanda-tanda peringatan yang disampaikan disini adalah tanda-tanda adanya keterlambatan perkembangan pada fisik dan kemampuan bahasa/komunikasi anak anda.

Untuk keterlambatan kemampuan bahasa ini juga sangat berhubungan erat dengan perkembangan kemampuan pendengarannya. Artinya, apabila anda menemukan tanda-tanda keterlambatan perkembangan pada anak anda, maka ada kemungkinan perkembangan pendengaran anak anda terganggu.

Perlu diingat disini bahwa pada bayi yang lahir prematur, pertumbuhannya bisa mengalami keterlambatan beberapa minggu atau bulan dari bayi yang lahir normal.

Untuk membantu anda mengamati pertumbuhan dan perkembangan anak anda, daftar berikut ini dapat dijadikan referensi umum. Apabila ada salah satu hal didalam daftar tersebut terjadi pada anak anda, anda perlu melakukan konsultasi lebih jauh dengan dokter anak anda. List tanda peringatan ini dirangkum dari berbagai sumber.

Tanda Peringatan pada Perkembangan Anak

0 - 6 BULAN

Perkembangan Fisik

  1. Pada usia 2 bulan, anak anda tidak mampu menahan kepalanya pada saat anda mengangkatnya, serta kelihatan lemah/terkulai.
  2. Pada usia 3 bulan, anak anda mengencangkan atau menyilangkan kakinya ketika anda mengangkat badannya.
  3. Pada usia 3 atau 4 bulan, anak anda tidak bisa menahan kepalanya dengan baik.
  4. Pada usia 4 bulan, anak anda tidak bisa atau tidak ingin memegang mainan, tidak berusaha memasukkan benda ke dalam mulutnya.
  5. Pada usia 4 bulan, anak anda tidak mau mendorong kakinya kebawah pada saat anda meletakkan kakinya di lantai atau di atas meja.
  6. Pada usia 6 bulan, anak anda tidak bisa duduk walaupun anda membantunya.
  7. Setelah usia 6 bulan, anak anda mencoba memegang sesuatu hanya dengan satu tangannya, sedangkan tangan lainnya tetap mengepal.

Perkembangan Bahasa

  1. Pada usia 4 bulan, anak anda tidak bisa menirukan suara anda (tidak memberikan response suara terhadap suara yang anda keluarkan).
  2. Pada usia 6 bulan, anak anda tidak mau tertawa atau berteriak.

6 - 12 BULAN

Perkembangan Fisik

  1. Pada usia 7 bulan, anak anda tidak mampu mengontrol kepalanya dengan baik pada saat anda meletakkannya pada posisi duduk.
  2. Pada usia 7 bulan, anak anda tidak mau menjangkau sesuatu benda.
  3. Pada usia 7 bulan, anak anda tidak bisa memasukkan sesuatu ke dalam mulutnya.
  4. Pada usia 8 bulan, tidak bisa duduk sendiri.
  5. Pada usia 12 bulan, anak anda belum merangkak. Tetapi perlu diingat, banyak anak yang tidak melalui proses merangkak.
  6. Pada usia 12 bulan, anak anda tidak bisa berdiri walaupun anda membantu untuk memeganginya.

Perkembangan Bahasa

  1. Pada usia 9 bulan, anak anda tidak mengeluarkan suaranya untuk mencari perhatian anda.
  2. Pada usia 10 bulan, anak anda tidak memberikan response jika anda memanggilnya
  3. Pada usia 10 bulan, anak anda tidak menunjukkan rasa senang atau marahnya.
  4. Pada usia 12 bulan, anak anda tidak menggunakan lebih dari 2 huruf konsonan (b, c, d, dst.) dalam bicaranya.
  5. Pada usia 12 bulan, anak anda tidak berusaha melakukan komunikasi kepada anda walaupun dia membutuhkan pertolongan Anda.
  6. Pada usia 12 bulan, anak anda tidak menggunakan bahasa isyarat seperti melambaikan tangan, mengangguk atau menggelengkan kepala.

Sumber: Balita Anda

Kenapa ASI 6 bulan?

Menurut penelitian terbaru, saat terbaik pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) adalah setelah bayi berumur 6 bulan. Mengapa demikian?? karena…

  1. memberikan perlindungan ekstra dari berbagai penyakit.
    Sistem imun bayi usia kurang dari 6 bulan belum sempurna. Pemberian MPASI dini dapat membuka peluang masuknya berbagai jenis kuman. Belum lagi jika tidak disajikan higienis. Hasil riset terakhir dari peneliti di Indonesia menunjukkan bahwa bayi yg mendapatkan MPASI sebelum ia berumur 6 bulan, lebih banyak terserang diare, sembelit, batuk-pilek,
    dan panas dibandingkan bayi yg hanya mendapatkan ASI eksklusif. Belum lagi penelitian dari badan kesehatan dunia lainnya.
  2. sistem pencernaannya sudah relatif sempurna dan siap menerima MPASI.
    Beberapa enzim pemecah protein seperti asam lambung, pepsin, lipase, enzim amilase, dan sebagainya baru akan diproduksi sempurna pada saat ia berumur 6 bulan.
  3. Mengurangi resiko terkena alergi akibat makanan
    Saat bayi berumur kurang dari 6 bulan, sel-sel di sekitar usus belum siap menerima kandungan dari makanan. Sehingga makanan yg masuk dapat menyebabkan reaksi imun dan terjadi alergi.
  4. melindungi bayi dari obesitas di kemudian hari.
    Pada bayi usia kurang dari 6 bulan, proses pemecahan sari-sari makanan belum sempurna.
  5. Pada beberapa kasus yang ekstrem ada juga yang perlu tindakan bedah akibat pemberian MPASi terlalu dini. Dan banyak sekali alasan lainnya mengapa MPASI baru boleh diperkenalkan pada anak setelah ia berumur 6 bulan.

(sumber : milis SEHAT)

Pemberian Makanan Bayi Usia 9-12 bulan

Jadwal Makan Usia 9 - 12 bulan:

  • Pukul 07.00 : ASI atau susu formula
  • Pukul 09.00 : bubur saring
  • Pukul 10.00 : buah
  • Pukul 12.00 : nasi tim
  • Pukul 13.00 : ASI atau susu formula
  • Pukul 14.00 : buah
  • Pukul 15.00 : ASI atau susu formula
  • Pukul 17.00 : nasi tim
  • Pukul 18.00 : ASI atau susu formula

Keterangan:

  1. Pengenalan nasi tim
    Untuk pertama kali, berikan sedikit-sedikit. Jangan lupa, aduklah dahulu nasi tim agar kepadatannya sama.
  2. Bubur saring, buah, ASI/susu formula tetap diberikan.
    ASI/susu formula 3-4 kali sehari sebanyak 220-250 cc tiap kali minum. Boleh saja sebagai selingan bayi diberi bubur susu dari mangga, jeruk, atau pisang untuk memperkaya pengenalan rasa padanya.

  3. Pisahkan nasi tim dari lauknya
    selain sebagai sumber karbohidrat, nasi tim juga harus dilengkapi sumber protein hewani dan nabati (ikan, hati ayam, ceker ayam, tempe, tahu, telur, daging ayam, daging sapi, dan sebagainya), serta sumber vitamin dan mineral (sayur-sayuran). Sebaiknya lauk pauk dari ikan, telur, ayam, dan sup diolah terpisah untuk nantinya dihidangkan bersama nasi tim. Bila lauk-pauk dan nasi dicampur lalu dihangatkan berulang-ulang, maka kandungan gizinya akan berkurang. Selain itu, lauk dan sayur yang dipisah lebih terjaga kesegarannya.
  4. Pengenalan bumbu sederhana alami
    Di usia ini pun kita bisa mengenalkan bumbu sederhana alami, misalnya ikan ditumis dengan bawang putih dan mentega, sayur sup dimasak dengan bawang merah, bawang putih, dan daun bawang. Garam pun sudah boleh diberikan sedikit. Tak perlu khawatir makanan si kecil kurang asin atau gurih karena anak sebetulnya belum terlalu menuntut rasa.
  5. Idealnya, tepat satu tahun, anak harus sudah bisa makan sesuai menu keluarga. Namun perhatikan kemampuannya. Misal, lauk pauknya dipotong kecil-kecil agar lebih mudah dimasukkan ke mulut, dikunyah, dan ditelan.

Sumber: nakita

Pemberian Makanan Bayi Usia 8-9 bulan

Jadwal Makan usia 8-9 bulan:

  • Pukul 07.00 : ASI atau susu formula
  • Pukul 09.00 : bubur susu (berbahan buah atau tepung)
  • Pukul 10.00 : buah atau ASI/susu formula
  • Pukul 11.00 : bubur saring.
  • Pukul 13.00 : ASI atau susu formula
  • Pukul 14.00 : bubur susu (berbahan buah atau tepung atau biskuit)
  • Pukul 15.00 : buah ASI atau susu formula
  • Pukul 17.00 : bubur saring
  • Pukul 18.00 : ASI atau susu formula

Keterangan:

  • Volume susu sebanyak 200 - 220 cc setiap kali minum (susu formula) atau sepuasnya (ASI) .
  • Bubur saring bisa dibuat sendiri dari beras, makaroni, kentang, kacang hijau, atau roti. Cara membuatnya sama seperti membuat bubur nasi. Namun, penggunaan garam tidak dianjurkan untuk makanan bayi dan ketika diberikan harus disaring dahulu.
  • Untuk tambahan protein, campurkan bahan-bahan seperti hati ayam, daging ayam, ayam, dan ikan yang dihaluskan bersama bahan bubur. Khusus untuk ikan, pilihlah yang dagingnya aman, seperti kakap, tenggiri, gindara, atau salmon yang tidak banyak memiliki tulang halus. Tambahkan pula sumber protein nabati seperti tempe atau tahu yang dihaluskan.
  • Jika kesemua bahan tadi tidak menimbulkan reaksi alergi, menjelang usia 12 bulan, makanan bayi boleh dicampur telur. Awalnya, berikan putihnya dulu, karena biasanya kuning telur lebih sering memicu alergi. Bisa terpisah atau dicampur ke dalam buburnya.

Sumber: nakita

Pemberian Makanan Bayi Usia 6-7 bulan

Jadwal Makan usia 6-7 bulan:

  • Pukul 07.00 : ASI atau susu formula
  • Pukul 09.00 : bubur susu.
  • Pukul 10.00 : ASI atau susu formula
  • Pukul 11.00 : buah
  • Pukul 12.00 : ASI atau susu formula
  • Pukul 14.00 : bubur susu
  • Pukul 15.00 : ASI atau susu formula
  • Pukul 17.00 : biskuit yang sudah dilunakkan dengan susu atau buah
  • Pukul 18.00 : ASI atau susu formula

Keterangan:

  1. volume susu yang diberikan umumnya 185 sampai 220 cc tiap kali minum (susu formula) atau sekenyangnya (ASI).
  2. Membuat bubur susu sendiri: gunakan tepung serealia bebas gluten(karena tidak semua bayi mampu mencerna protein yang disebut gluten ini) seperti beras, beras merah, maizena, kacang hijau, dengan ditambah susu (ASI atau pengganti ASI) dan sedikit gula.
  3. Buah merupakan sumber vitamin, mineral, dan serat.
  • Buah-buahan yang cocok diberikan untuk bayi 6 - 7 bulan:
  • - jeruk
    - pepaya
    - pisang
    - tomat

  • Cara penyajian:
  • - jus yang dicampur susu
    - untuk pisang dikerok langsung dan disuapkan ke bayi
    - Khusus tomat, sebelum diberikan rebuslah dulu dalam air mendidih yang sudah diangkat dari kompor. Ini supaya rasa tomatnya tidak terlalu tajam selain juga sarinya akan lebih banyak keluar. Tomat juga sebaiknya tidak diblender karena bayi tidak tahan bau “listrik” yang tertinggal di tomat. Kemudian kupas kulitnya dan lumatkan lalu saring.

  • Tips memilih buah:
  • - rasanya manis
    - tidak asam
    - tidak bergetah karena dapat menimbulkan diare
    - aromanya tidak menusuk

  • Jangan pilih:
  • - mangga
    - sawo
    - nanas
    - nangka
    - durian

  • jangan lupa:
  • - perhatikan reaksi bayi setelah makan, kalau mencret, mungkin tidak cocok dan harus diganti.
    - tidak menambah gula pada buah-buahan ini karena tujuannya adalah memperkenalkan rasa alami

Sumber: nakita

Pemberian Makanan Padat Pertama

Sumber: nakita

Kapan sebaiknya bayi mulai diperkenalkan makanan padat?

usia 6 bulan setelah full ASI Eksklusif karena mulai usia ini kapasitas pencernaan, enzim pencernaan, dan kemampuan metabolisme bayi sudah siap untuk menerima makanan lain selain ASI. Terlambat mengenal makanan padat bisa sebabkan anak sulit makan.

Tujuan pemberian makanan pendamping ASI:

  1. Memperkenalkan tekstur dan rasa sejak dini, agar bayi memiliki memori yang memudahkan dia mengonsumsi aneka bahan makanan bergizi. Misalnya anak yang sedari bayi kenal sayuran, umumnya sampai besar akan suka sayuran.
  2. membentuk kebiasaan disiplin dengan memberikan makan secara teratur. Disiplin ini penting untuk pertumbuhan fisik dan pembentukan pola hidupnya kelak.

Tahapan Pemberian Makan Bayi

Usia 6-7 bulan:

Makanan/minuman tambahan dikenalkan secara bertahap mengingat mekanisme menelan dan mencerna bayi usia 6-7 bulan masih lemah. Mulailah dengan makanan yang lunak dan cair seperti bubur susu untuk membiasakan alat cerna bayi lebih siap menerima, mencerna, dan menyerap makanan pada waktu-waktu tertentu. Untuk yang pertama, berikan dalam jumlah sedikit dulu dalam bentuk encer. Lalu secara bertahap kentalkan dan tambah jumlahnya. Yang juga perlu diperhatikan, gunakan hanya satu bahan makanan utama saja setiap kali memasak agar bayi terbiasa dengan rasa dan teksturnya, dan bila terjadi alergi akan mudah menelusuri sumbernya. Jadwal makan bayi usia ini dapat dilihat di sini.

Usia 8-9 bulan:

Selanjutnya di usia 8 bulan dan seterusnya, secara bertahap kita perkenalkan makanan yang lebih padat, misalnya bubur saring. Jadwal makan bayi usia ini dapat dilihat di sini.

Usia 9-12 bulan:

Menginjak usia 9 bulan dan seterusnya, bayi mulai mampu mencerna makanan semipadat. Latihan mengunyah makanan yang lebih padat sekaligus merangsang pertumbuhan gigi bayi. Makanan semipadat yang dimaksud yaitu nasi tim beserta lauk pauknya. Jadwal makan bayi usia ini dapat dilihat di sini.

Standar Kebutuhan Gizi Bayi

  • Kalori: 100-120 per kilogram berat badan.
  • Protein: 1,5-2 gram per kilogram berat badan
  • Karbohidrat: 50-60 persen dari total kebutuhan kalori sehari
  • Lemak: 20 persen dari total kalori

Perhatikan Kebersihan

tubuh bayi rentan terhadap penyakit, lakukan hal-hal berikut setiap kali mengolah makanan:

  1. Cuci semua bahan makanan seperti buah dan sayur sampai bersih.
  2. Gunakan peralatan makan dan minum yang steril, yakni dicuci bersih di air mengalir dan direndam di air mendidih atau dimasukkan ke dalam alat steril selama 5 menit.
  3. Pastikan tangan kita sudah dicuci bersih. Apalagi jika sebelumnya sempat menyentuh bagian-bagian tubuh atau benda-benda lain yang diduga terdapat virus/kuman seperti hidung. Bila tangan kita sempat terluka, tutup dengan plester.
  4. Gunakan sendok yang berbeda ketika kita ingin mencicipinya. Hal ini untuk menghindari perpindahan virus atau kuman yang mungkin ada di mulut kita ke mulut bayi.
  5. Cuci peralatan makan bayi setiap kali selesai dipakai. Buang sisa makanannya karena enzim yang berasal dari ludah bayi akan mulai “mencerna” makanan itu, mengubahnya menjadi berair, dan cepat busuk.

Get free blog up and running in minutes with Blogsome | Theme designs available here