My Little Notes

August 5, 2005

Sup bayam isi daging

Untuk bayi mulai usia 9 bulan

Untuk 1 porsi

Bahan:

  • 1 sdt margarin
  • 1 sdt tepung terigu
  • 50 gr bayam, rebus, blender dengan 10 cc kaldu
  • 50 gr daging sapi, rebus, potong dadu kecil
  • 10 gr keju parut
  • sedikit garam
  • sedikit pala bubuk

Cara membuat:

  1. Panaskan margarin dalam wajan hingga cair, beri tepung terigu, aduk-aduk sambil dituangi cairan bayam sedikit demi sedikit.
  2. Masukan daging, masak hingga daging matang. Beri parutan keju, garam dan pala, aduk rata, angkat.
  3. Tempatkan dalam wadah, berikan pada bayi selagi hangat.

Sumber: milis Balita-Anda dari “Makanan Untuk Tumbuh Kembang Bayi” karangan Tuti Soenardi, Ahli Gizi.

Sup labu kuning

Untuk bayi mulai usia 9 bulan

Untuk 1 porsi

Bahan:

  • 100 gr kentang, iris dadu kecil
  • 50 gr labu kuning
  • 25 gr ikan kakap
  • 25 gr tomat
  • 1 sdt irisan daun bawang
  • 1 kuning telur
  • 1 sdm santan kental
  • sedikt garam dan pala bubuk

Cara membuat:

  1. Rebus kentang dengan 500 cc air dan labu kuning hingga semua matang.
  2. Masukan ikan, tomat dan daun bawang. Masak sambil terus diaduk hingga matang.
  3. Masukan kuning telur dan santan. Bubuhi garam dan pala. Aduk, sajikan hangat.

Sumber: milis Balita-Anda dari “Makanan Untuk Tumbuh Kembang Bayi” karangan Tuti Soenardi, Ahli Gizi.

Sup makaroni isi ayam

Untuk bayi mulai usia 9 bulan

untuk 1 porsi

Bahan:

  • 250 cc air
  • 25 gr daging ayam giling
  • 25 gr wortel, iris dadu kecil
  • 25 gr tomat, iris halus
  • 20 gr makaroni, rebus hingga lunak, angkat
  • 10 gr keju parut
  • sedikit garam
  • sedikit pala
  • 1 sdt irisan daun bawang

Cara membuat:

  1. Rebus air hingga mendidih, masukan daging ayam, wortel dan tomat. Masak sampai sayuran matang.
  2. Masukan makaroni, masak hingga sup mengental, beri keju parut, garam, pala dan irisan daun bawang, aduk rata. Angkat.
  3. Tempatkan dalam wadah, berikan pada bayi selagi hangat.

Sumber: milis Balita-Anda dari “Makanan Untuk Tumbuh Kembang Bayi” karangan Tuti Soenardi, Ahli Gizi.

Sup Ragout isi sayuran

Untuk bayi mulai usia 9 bulan

untuk 1 porsi

Bahan:

  • 1 sdt margarin
  • 1 sdt tepung terigu
  • 100 cc kaldu
  • 50 cc susu
  • 50 gr wortel rebus, iris dadu kecil
  • 25 gr daging ayam
  • 10 gr keju parut

Cara membuat:

  1. Cairkan margarin dalam wajan, masukan tepung terigu, aduk.
  2. Sambil terus diaduk tuangi kaldu sedikit demi sedikit. Masukan susu.
  3. Masukan wortel, daging ayam dan keju parut. Bubuhi garam. Aduk rata. Angkat.
  4. Tempatkan dalam wadah, berikan pada bayi selagi hangat.

Sumber: milis Balita-Anda dari “Makanan Untuk Tumbuh Kembang Bayi” karangan Tuti Soenardi, Ahli Gizi.

Pengaruh Permainan Pada Perkembangan Anak

  • Bermain: suatu kegiatan untuk memperoleh kesenangan
  • Ada pendapat orang tua: anak yang terlalu banyak bermain akan menjadi malas bekerja dan bodoh.
  • beberapa ahli psikologi: permainan sangat besar pengaruhnya terhadap perkembangan jiwa anak.

Faktor-faktor yang mempengaruhi permainan anak

  1. Kesehatan: Anak-anak yang sehat mempunyai banyak energi untuk bermain dibandingkan dengan anak-anak yang kurang sehat, sehingga anak-anak yang sehat menghabiskan banyak waktu untuk bermain yang membutuhkan banyak energi.
  2. Intelegensi: Anak-anak yang cerdas lebih aktif dibandingkan dengan anak-anak yang kurang cerdas. Anak-anak yang cerdas lebih menyenangi permainan-permainan yang bersifat intelektual atau permainan yang banyak merangsang daya berpikir mereka, misalnya permainan drama, menonton film, atau membaca bacaan-bacaan yang bersifat intelektual.
  3. Jenis kelamin: Anak perempuan lebih sedikit melakukan permainan yang menghabiskan banyak energi, misalnya memanjat, berlari-lari, atau kegiatan fisik yang lain. Perbedaan ini bukan berarti bahwa anak perempuan kurang sehat dibanding anak laki-laki, melainkan pandangan masyarakat bahwa anak perempuan sebaiknya menjadi anak yang lembut dan bertingkah laku yang halus.
  4. Lingkungan: Anak yang dibesarkan di lingkungan yang kurang menyediakan peralatan, waktu, dan ruang bermain bagi anak, akan menimbulkan aktivitas bermain anak berkurang.
  5. Status sosial ekonomi: Anak yang dibesarkan di lingkungan keluarga yang status sosial ekonominya tinggi, lebih banyak tersedia alat-alat permainan yang lengkap dibandingkan dengan anak-anak yang dibesarkan di keluarga yang status ekonominya rendah.

Pengaruh bermain bagi perkembangan anak

  1. Bermain mempengaruhi perkembangan fisik anak
  2. Bermain dapat digunakan sebagai terapi
  3. Bermain dapat mempengaruhi pengetahuan anak
  4. Bermain mempengaruhi perkembangan kreativitas anak
  5. Bermain dapat mengembangkan tingkah laku sosial anak
  6. Bermain dapat mempengaruhi nilai moral anak

Macam-macam permainan dan manfaatnya bagi perkembangan jiwa anak

Permainan Aktif

  1. Bermain bebas dan spontan atau eksplorasi
    • anak dapat melakukan segala hal yang diinginkannya
    • tidak ada aturan-aturan dalam permainan
    • Anak akan terus bermain selama permainan tersebut menyenangkan
    • anak akan berhenti apabila permainan tersebut sudah tidak menyenangkan
    • anak melakukan eksperimen atau menyelidiki, mencoba, dan mengenal hal-hal baru.
  2. Drama
    • anak memerankan suatu peranan
    • menirukan karakter yang dikagumi dalam kehidupan nyata atau dalam mass media
  3. Bermain musik
    dapat mendorong anak untuk mengembangkan tingkah laku sosialnya, yaitu: dengan bekerja sama dengan teman-teman sebayanya dalam memproduksi musik, menyanyi, berdansa, atau memainkan alat musik.
  4. Mengumpulkan atau mengoleksi sesuatu
    • dapat menimbulkan rasa bangga, karena anak mempunyai koleksi lebih banyak daripada teman-temannya
    • dapat mempengaruhi penyesuaian pribadi dan sosial anak
    • Anak terdorong untuk bersikap jujur, bekerja sama, dan bersaing.
  5. Permainan olah raga
    • anak banyak menggunakan energi fisiknya, sehingga sangat membantu perkembangan fisiknya
    • mendorong sosialisasi anak dengan belajar bergaul, bekerja sama, memainkan peran pemimpin, serta menilai diri dan kemampuannya secara realistik dan sportif.

Permainan Pasif

  1. Membaca
    • merupakan kegiatan yang sehat
    • dapat memperluas wawasan dan pengetahuan anak, sehingga anakpun akan berkembang kreativitas dan kecerdasannya.
  2. Mendengarkan radio
    • menambah pengetahuan anak
    • tetapi berdampak negatif apabila anak meniru hal-hal yang disiarkan di radio seperti kekerasan, kriminalitas, atau hal-hal negatif lainnya.
  3. Menonton televisi
    Pengaruh televisi sama seperti mendengarkan radio, baik pengaruh positif maupun negatifnya.

Cerita tentang Mainan

Sumber: Bandung Advertiser edisi 26 Juni 2004, h. 11
Penerjemah: Erich H. Ekoputra

Panduan mainan bagi tiap umur

Bayi

Karena bayi menanggapi bau, rasa, suara, sentuhan, dan penampakan, mainan-mainan yang melibatkan indera-inderanya memberinya kesempatan belajar tentang ukuran, bentuk, suara, tekstur, dan bagaimana benda-benda bekerja. Namun, keselamatan paling utama; maka. Pastikan mainan dirancang baik.

Perhatikan hal-hal berikut ketika membeli mainan bagi si kecil:

  • Potongan-potongannya berukuran besar yang tak mungkin ditelannya jika terurai
  • Ringan untuk diutak-atik dan dipegang
  • Tidak bersisi tajam atau berujung runcing
  • Terbuat dari bahan nirracun (non-toxic)
  • Tak mudah dicabik (dengan tangan maupun gigi)
  • Mata, hidung, dan sampiran-sampiran lain kuat melekat dengan aman

Mainan yang Baik

  1. Usia 0-2 bulan

    • Mainan untuk dilihat dan didengar, seperti mobil-mobilan, kincringan dan kecrekan kain.
    • Tikar dan alat senam mainan merupakan kesenangan inderawi yang besar, namun perhatikan tali, benang, atau manik-manik yang mungkin memaparkan bahaya tercekik atau tersedak.
  2. Usia 2-4 bulan
    Mainan yang bisa diutak-atik lewat mencengkeram:

    • kincringan
    • mainan gigitan
    • mainan bertekstur
    • mainan berpegangan atau bertombol besar
    • mainan sebab-dan-akibat yang mengeluarkan cahaya atau suara ketika disentuh atau ditekan
  3. Usia 4-8 bulan
    Seorang bayi yang sedang belajar duduk siap untuk menjelajah dunia, maka carilah:

    • balok-balok bergambar berwarna cerah
    • lingkaran tumpuk
    • mainan penyimpan
    • buku bergambar
    • bola
    • mainan tarik-dan-dorong
  4. Usia 8-12 bulan
    Anak-anak pada tahap ini gemar membuat sesuatu terjadi dengan menekan tombol, dan mendengarkan lagu, atau membuat burung nongol dari jendela. Pilihan-pilihan terbaik:

    • Buku-buku karton
    • balok-balok besar
    • alat-alat musik (drum, krencengan, trompet mainan)
    • binatang-binatangan dari kain berspons
    • kotak dan papan kegiatan

Balita

Seorang batita selalu sibuk berjalan, mendaki, mendorong, dan menunggang. Bermain khayali mulai selama masa ini, sebagaimana juga minat kuat dalam mengolah dan memecahkan masalah dengan benda-benda.

Mainan yang Baik

  1. Usia 12-18 bulan
    Anak-anak pada masa ini memerlukan benda untuk bermain fisik secara aktif, seperti mainan berjalan (kereta belanja, kereta bayi, atau mobil kayuh). Pilihan-pilihan terbaik:

    • Penyortir bentuk
    • balok-balokan
    • boneka lunak
    • sepeda tiga roda yang rendah
    • mobil bak untuk dikayuh atau ditarik
    • Bola besar
    • mainan-mainan yang bisa mengembang (inflatable)
    • kolam renang
    • bak pasir beserta perkakas menggali
  2. Usia 18-24 bulan
    Batita-batita yang lebih besar gemar berpura-pura mereka adalah “orang-orang dewasa” seperti ibu dan ayah sehingga bermain tiru-tiruan adalah penting.

    • Makanan mainan
    • perkakas dan perabotan mainan
    • furnitur mainan ukuran anak-anak
    • boneka beserta pakaiannya yang mudah diganti-ganti
    • juga bisa menikmati alat-alat musik seperti tambur, piano, trompet tanduk, dan drum mainan
    • mendengarkan kaset
    • masih kurang memiliki ketangkasan gerak seorang dewasa
    • masih suka menaruh benda-benda di mulut, jadi jangan ada barang-barang kecil.
  3. Usia 2-3 tahun
    Penyelarasan tangan-mata kini lebih halus sehingga mereka dapat mengutak-atik benda-benda kecil dan mainan-mainan seperti balok-balokan, mobil, truk, dan keretapi (dengan relnya); boneka bayi dan perabotan pembersih rumah; makanan atau bahan makanan mainan untuk dapur-dapuran; puzzle (hingga 30 keping); buku sederhana; buku mewarnai dan krayon.

Balita

Bersama dengan khayalan timbullah konsep baik dan buruk dan anak-anak mulai takut kepada kegelapan atau monster di bawah kasur. Boneka atau beruang teddy kesukaan, misalnya, dapat menjadi penenang besar. Anak-anak kadang kala akan berbagi rahasia atau perasaan kepada mainan yang mana akan mereka sembunyikan kepada orang lain. Anak-anak kecil ini juga merasa gagasan menempuh jarak yang jauh itu mempesonakan, jadi truk, mobil, pesawat, kereta, perahu, dan traktor semuanya menyenangkan pada umur ini.

Untuk membantu menajamkan ingatan dan kemampuan membayangkan mereka, perkenalkan permainan yang mensyaratkan penggunaan khayalan atau perhitungan mental. Permainan papan, mainan elektronik, permainan kata dan mencocokkan, semua diarahkan khusus untuk kelompok ini.

Mainan yang Baik

  1. Usia 3-4 tahun
    Permainan menjadi lebih gaul sehingga Anda menemukan anak-anak Anda berbicara kepada mainannya atau membangun rumah untuk binatang mainannya. Benda-benda perangsang daya cipta seperti gunting bertepi majal, lem, kertas, dan peralatan kriya sederhana adalah taruhan- taruhan yang baik.
  2. Usia 4-6 tahun
    Masa kegilaan sesaat! Ia mungkin melewati suatu tahap dinosaurus, tahap ruang angkasa, tahap serangga. Ini juga masa keemasan untuk belajar demi belajar, sebelum sekolah memaksa mereka belajar demi ujian! Maka, pastikan ia memiliki pasokan seni, buku bacaan pertama, dan buku coret-moret untuk kumpulan perangko, daun, koin, dlsb!

Diambil dari milis Balita-Anda, kutipan dari Temu Ilmiah Tumbuh Kembang Jiwa Anak dan Remaja (sumber: iqeq.web.id)

Get free blog up and running in minutes with Blogsome | Theme designs available here